Teori-teori Dalam Tahap Perkembangan

     Menurut para ahlli teoriperkembangan, perubahan dari tahap satu ke tahap lainnya membuat seseorang berbeda dari tahap sebelumnya (berkembang) secara kualitatif atau berbeda secara jenisnya, dibandingkan dengan kuantitatifnya (secara ukuran).  Salah satu contoh perkembangan secara kualitatif seperti, ketika seorang anak mulai mengekspresikan apa yang dia alami dan rasakan melalui kalimat-kalimat sederhana, hal ini telah membuktikan pendapat para ahli bahwa seorang anak tersebut telah berkembang dari tahap sebelumnya. Yaitu tahap ketika anak tersebut belum dapat mengungkapkan dengan kata-kata menjadi bisa mengungkapkan ekspresinya melalui kata-kata. Sedangkan contoh perkembangan anak secara kuantitatif misalnya adalah, ketika seorang anak telah menguasai beberapa kata sederhana, anak tersebut lama-lama akan berkembang dan memiliki kemajuan dengan belajar lebih banyak kata sederhana dan merangkai kata-kata tersebut sebelum perubahan kualitatif terjadi. Para ahli teori tahap perkembangan juga berpendapat, bahwa setiap anak melalui tahap-tahap perkembangan kualitatif,dan tahap-tahap itu berlangsung secara bertahap dan berurutan pada setiap anak.

Piaget’s Stage Theory of Cognitive Development

     Jean Piaget adalah seorang ilmuwan asal Swiss yang secara khusus mengemukakan pendapatnya mengenai perkembangan kognitif pada anak. Piaget mengemukakan empat tahap tentang perkembangan kognitif tersebut. Perlu diketahui bahwa kapasitas perkembangan kognitif dan besar/ukuran perubahan pada anak sebelum pubertas berkembang sangat cepat dibandingkan dengan perubahan yang tejadi setelah pubertas.
Berikut ini adalah tahap teori perkembangan menurut Piaget:

·         Sensorimotor stage (birth-2 years)
Tahap ini berlangsung sejak lahir hingga anaktersebut menguasai kemampuan bahasanya. Di tahap ini terjadi penyesuaian keadaan dan lingkungan , mengkontruksi pemahaman akan dunianya melalui indranya (interaksi fisik) , dan juga perkembangan kemampuan gerak (motorik)nya.
·         Preoperational stage (2-7years)
Di tahap ini, pemikiran pada anak masih jauh berbeda dengan pemikiran pada orang dewasa. Pemikiran anak-anak pada masa ini masih menggunakan illogical thinking mereka. Maksudnya adalah, pada masa ini anak sedang senang-senangnya berkhayal menggunakan imajinasi mereka sendiri. Contohnya ketika seorang anak bermain peran, atau ketika anak tersebut menjadikan sebuah kotak menjadi meja. Dalam hal ini dikatakan yang namanya “manipulasi simbol”. Cara berpikir anak pada masa ininadalah egosentrik,yaitu anak tersebut masih sulit memandang sesuatu dari sudut pandang lain.
·         Concrete operational stage (7-11 years)
Pada tahap ini, adalah tahap pertengahan pada masaanak-anak. Mereka pada tahap ini sudah memiliki kemampuan untuk berpikir logis seperti halnya pada orang dewasa, namun belum berkemampuan mempertahankan alasan mereka pada konsep-konsep yang bersifat abstrak. Contohnya keadilan atau arti kehidupan. Pada masa ini juga anak telah mampu mengambil sebuah kesimpulan dengan memandang dari sudut pandang orang lain, meskipun sudut pandang itu keliru.

·         Formal operational stage (11 years on)
Tahap ini merupakan tahap arkhir perkembangan kanak-kanak. Pada masa ini, anak sudah mulai berkembang menuju dewasa. Pengartian mereka sudah mulai seperti orang dewasa dan dapat memberikan bentuk alasan menggunakan konsep yang abstrak. Dan juga pemecahan masalah yang sistematis dan metodik, yang sebelumnya menggunakan cara coba-coba pada masa kanak-kanak.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini